Pastoral Kebencanaan

0
397
RD. Zakharias Lintas

TRIKA, KETAPANG – Bencanaaa!!! Bencana alam, bencana kemanusiaan terjadi di mana-mana di bumi Nusantara ini. Di Kalimantan, tidak ketinggalan di wilayah Ketapang, khususnya di Tanjung, Jelai Hulu.

Setiap bencana yang menimpa penduduk, menimbulkan kesedihan, penderitaan, kehancuran yang tidak keci. Persoalannya,  apa yang menjadi penyebabnya?

Sudah banyak diulas penyebabnya, singkatnya karena ulah manusia sendiri yang mengeksploitasi alam tanpa batas, tanpa peduli pada nasib orang lain. Bencana bisa terjadi setiap saat dan menimpa kita. Lalu pertanyaannya, apa yang harus kita lakukan untuk mencegah untuk meminalisir terjadinya bencana, atau kalau pun terjadi akibatnya tidak akan  fatal?

Mudahnya tentu saja pencegahan. Untuk mencegah bencana alam tentu dengan menjaga agar alam tidak rusak, dan sudah banyak pendapat, pengetahuan yang disajikan orang cerdik pandai dalam hal ini.

Persoalannya apakah kita peduli dengan apa yang disajikan oleh cerdik pandai soal pelestarian alam ini. Alam sekitar kita yang tidak tergantikan ini. Tentang bencana kemanusiaan seperti kelaparan, wabah penyakit, wabah narkotika juga sudah banyak dijelaskan bagaimana mencegah, menanggulangi dan mengatasi.

Persoalan besarnya adalah “Apakah kita peduli terhadap bencana ini ?”. Kenapa kita harus peduli? Jelas karena bencana apapun pasti akan menimbulkan kehancuran atas apapun yang telah kita bangun.

Kehancuran kehidupan adalah suatu kengerian. Sebagai orang ber-Tuhan kita harus mau bekerjasama dengan Tuhan untuk memelihara alam ini. Tuhan telah menciptakan alam dan Tuhan telah menyerahkan semuanya kepada kita semua untuk menciptakan kehidupan yang mulia, dan sekaligus memeliharanya supaya alam ini bisa terus menerus memberi kehidupan.

Mari kita memuliakan Tuhan dengan memelihara pemberiannya yaitu alam sekitar kita.

Penulis : RD. Zakharias Lintas

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini