Keuskupan Ketapang Bahas Pedoman Pastoral
KETAPANG, TRIKA - Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang bersama para imam se-Keuskupan Ketapang mengadakan pertemuan pastoral di Kompleks Bina Utama, Paya Kumang,...
PROFIL MGR. GABRIEL SILLEKENS, CP, USKUP PERTAMA KEUSKUPAN KETAPANG
Mgr. Gabriel Wilhelmus Sillekens lahir pada tanggal 6 Juli 1911 di Roggel, Limburg, provinsi yang telah menyumbang begitu banyak...
Merajut Persaudaraan dan Menjaga Harmonisasi di tengah Keberagaman Pasca Pilkada
SILAHTURAHMI TOKOH LINTAS AGAMA DAN TOKOH MASYARAKAT KABUPATEN KETAPANG
Pada tanggal 28 Desember 2024, berlangsung acara Silaturahmi Tokoh Lintas...
IMAM : DARI, OLEH, DAN UNTUK UMAT
Sebuah Reportase Reflektif atas Perayaan Ekaristi Tahbisan/ Imamat RD. Zurich Arian Witosha dan RD. Agustinus Mudjianto
Jika...
Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Ketapang Gelar Seminar, Pameran, Bazaar, dan Apresiasi Seni
Ketapang, 27 April 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Majelis Pendidikan Katolik (MPK) Keuskupan Ketapang menggelar serangkaian acara bertajuk Seminar,...
Berita Duka: RD. Petrus Canisius Dremono Harimurti Berpulang
Ketapang – Dengan penuh duka, Keuskupan Ketapang mengumumkan bahwa RD. Petrus Canisius Dremono Harimurti telah dipanggil Tuhan pada Sabtu, 13 September 2025,...
5 Aspek Kepemimpinan Mgr. Gabriel Sillekens dalam Surat Gembalanya.
Aspek pertama adalah panggilan kepada misi. Mengenai aspek pertama ini, beliau menekankan mengenai misi untuk mewartakan Injil, agar Injil semakin ...
Rekoleksi Para Imam, Frater, Bruder, Suster Se-Keuskupan Ketapang: Sesi 3 – Menafsirkan Pesan Tuhan...
Kegiatan Rekoleksi dimulai dengan ibadat pagi, dilanjutkan dengan pengenalan para frater yang akan menerima tahbisan Diakonat dan Top. Sesi ini dimoderatori...
“Sebuah refleksi perjalanan anak kemarin sore”
Ketika di elf perjalanan Bandung Jakarta, satu permenungan kecil tiba-tiba melintas begitu saja di benak kepala. Unio Ketapang itu seperti sebuah tubuh....
Kopi kampung Dari umat untuk umat
Suatu hari ketika saya di Terusan, ketika saya sedang duduk di warung sembako, datanglah seorang Bapak mengantarkan biji kopi kampung, lalu menukarnya...























