Suasana terasa berbeda di Gua Maria Bukit Sion Tanjung pada Minggu, 26 April 2026. Bertepatan dengan Hari Minggu Panggilan Sedunia, para pengurus Orang Muda Katolik (OMK) Dekanat Selatan Keuskupan Ketapang berkumpul dalam kebersamaan yang hangat dan penuh semangat.
Pertemuan ini dihadiri oleh OMK dari berbagai paroki: Paroki Santa Maria Assumpta Tanjung, Paroki Kanak-kanak Yesus Marau, Paroki Maria Ratu Pecinta Damai Air Upas, Paroki St. Blasius Asam Besar, Paroki Maria Ratu Rosari Riam Kota, dan Paroki St. Paulus Terusan.

Kegiatan diawali dengan perayaan Ekaristi pukul 09.00 WIB yang dipimpin oleh RD. Bonefasius Mite selaku Moderator OMK Dekanat Selatan, didampingi oleh RP. Anthoni, CSsR dan RP. Maxi, CSsR.
Misa berlangsung meriah dan menyentuh hati, terlebih dengan keterlibatan anak-anak yang tampil memperagakan berbagai panggilan hidup. Ada yang mengenakan atribut uskup, imam, bruder, dan suster, serta profesi seperti polisi, tentara, petani, pramugari, pembina pramuka, perawat, dokter, bidan, dan guru. Semua ini menjadi gambaran indah bahwa setiap orang dipanggil untuk berbuat baik sesuai jalannya masing-masing.
Dalam homilinya, Romo Boni mengingatkan bahwa setiap orang memiliki panggilan hidup yang unik. Ia mengajak kaum muda untuk berani menjawab panggilan Tuhan dengan setia. “Setiap panggilan adalah kesempatan untuk membawa kebaikan, menghadirkan terang, dan melawan kejahatan di sekitar kita,” pesannya.
Usai misa, suasana keakraban semakin terasa saat seluruh peserta menikmati makan siang bersama di Bukit Sion. Selain mempererat persaudaraan, momen ini juga menjadi kesempatan untuk beristirahat dan menikmati keindahan alam. Turut hadir pula Romo Paul Budi bersama Frater Dion dari Marau beserta OMK mereka.


Kandidat dari Marau 
Kandidat dari Riam Kota
Kandidat dari Terusan
Kandidat dari Asam Besar
Kandidat dari Tanjung
Kandidat dari Air Upas
Pertemuan ini juga menghasilkan langkah penting, yakni terbentuknya kepengurusan OMK Dekanat Selatan. Proses pemilihan berlangsung sederhana namun kreatif, menggunakan Google Form dan QR Code. Dari hasil pemilihan, terpilihlah Yohanes Indri dari Paroki Tanjung sebagai ketua, didampingi oleh Dodo dari Paroki Marau sebagai wakil, serta Jusika dari Paroki Asam Besar sebagai sekretaris.

Untuk mendukung pelayanan ke depan, disepakati pula pembentukan seksi-seksi dalam kepengurusan. Karena belum semua saling mengenal, tiap paroki akan membantu mengusulkan nama-nama yang sesuai dengan bidang pelayanan masing-masing—sebuah upaya menempatkan orang yang tepat pada tempat yang tepat. Hal ini sejalan dengan firman Tuhan dalam 1 Korintus 12:18: “Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.”

Kepengurusan OMK Dekanat Selatan ini nantinya memiliki peran penting sebagai wadah koordinasi dan kebersamaan lintas paroki. Melalui kepengurusan ini, OMK akan bersama-sama merancang dan menyepakati berbagai kegiatan di tingkat dekanat, seperti misa alam, pertemuan dan pembinaan iman, hingga kegiatan kebersamaan lainnya seperti olahraga bersama serta lomba-lomba bernuansa gerejawi. Dengan demikian, semangat persaudaraan dan pelayanan kaum muda dapat terus tumbuh dan berkembang.
Sebagai langkah awal kebersamaan, setiap paroki juga sepakat untuk mendukung kas OMK Dekanat Selatan dengan iuran bulanan.

Rm. Anthony 
Rm. Boni 



Kegiatan ditutup dengan aksi sederhana namun bermakna: penanaman pohon di sekitar area gua Maria. Ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap alam ciptaan. Seperti diingatkan dalam Laudato Si’ (LS 139), bahwa segala sesuatu saling terhubung, dan merawat alam adalah bagian dari kasih kepada sesama.
Pertemuan ini mungkin terasa sederhana, namun menyimpan semangat besar: membangun persaudaraan, menumbuhkan iman, dan berani menjawab panggilan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
























