Orang Muda Katolik (OMK) Dekenat Utara Keuskupan Ketapang merayakan Paskah bersama di Paroki Malaikat Agung Santo Mikael Simpang Dua, Keuskupan Ketapang, pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda utama dalam program Dekenat Utara dalam komitmen berbagi sukacita bersama Orang Muda Katolik (OMK) se-Dekenat Utara. Tema kegiatan Paskah bersama yang diangkat kali ini adalah “IMANKU TAMPAK, AKSI KASIHKU BERDAMPAK”. Tema ini diambil untuk menginspirasi Orang Muda Katolik (OMK) agar semakin aktif dalam pelayanan dan keterlibatan dalam hidup menggereja.

Dalam kegiatan Paskah bersama Orang Muda Katolik Dekenat Utara, teman-teman yang hadir diajak untuk memecahkan kasus-kasus yang terjadi di tengah kehidupan orang muda, yang berkaitan dengan kehidupan menggereja.


OMK Paroki Santo Yohanes Rasul Balai Semandang

Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 80–100 OMK yang berasal dari lima paroki, yaitu Paroki Santa Maria Botong, Paroki Santo Yosep Meraban, Paroki Santo Martinus Balai Berkuak, Paroki Santo Yohanes Rasul Balai Semandang, serta Paroki Malaikat Agung Santo Mikael Simpang Dua sebagai tuan rumah.


OMK Paroki Santo Martinus Balai Berkuak dan
Paroki Santa Maria Botong

Perayaan Paskah bersama ini diisi dengan diskusi seputar berbagai persoalan yang dihadapi OMK masa kini, yang juga dirasakan di setiap paroki. Salah satu persoalan yang dibahas adalah keterlibatan OMK dalam kegiatan dan pelayanan di Gereja.

Melalui diskusi tersebut, diharapkan lahir berbagai gagasan serta solusi nyata yang dapat diterapkan bersama oleh OMK Dekenat Utara demi meningkatkan peran aktif kaum muda dalam kehidupan menggereja.

Dalam kesempatan itu, Ketua OMK Dekenat Utara, Thomas Ronaldo, menyampaikan bahwa menjadi OMK harus memiliki jiwa yang penuh semangat, peduli terhadap Gereja, serta tidak pilih-pilih dalam mengikuti kegiatan pelayanan.

“Orang Muda Katolik adalah jantung Gereja. Karena itu, OMK harus memiliki api semangat yang berkobar-kobar serta rasa kepedulian terhadap Gereja,” ujar Thomas.

Hal senada juga disampaikan oleh RP Hugo Bayu Hadibowo, SJ, dalam khotbahnya. Ia menegaskan bahwa Gereja tidak akan sama tanpa kehadiran OMK.

“OMK membawa sukacita bagi sesama, memiliki semangat serta kreativitas untuk Gereja. OMK bukan pribadi yang pilih-pilih atau hanya sekadar ikut-ikutan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, OMK Dekenat Utara diajak untuk terus membangkitkan semangat pelayanan, mengenal jati diri sebagai Orang Muda Katolik, serta semakin berani menjadi generasi muda yang inspiratif, kreatif, dan berdampak bagi Gereja maupun masyarakat.

Ditulis oleh Eusebeus Ebin dan Thomas Ronaldo (Ketua OMK Dekanat Utara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini