Penutupan TERUS

Hari ketiga sekaligus penutup kegiatan Temu Pengurus (TERUS) OMK se-Keuskupan Ketapang berlangsung dengan suasana yang berbeda dan penuh kesan. Penutupan dilaksanakan melalui Misa alam di Kebun Karet yang berjarak sekitar satu kilometer dari paroki. Nuansa alam yang terbuka menciptakan suasana yang segar, akrab, dan lebih fleksibel, sehingga terasa sangat dekat dengan semangat kaum muda. Dalam kesempatan ini, Komisi Kepemudaan (Komkep) kembali menegaskan pentingnya kegiatan sederhana namun bermakna, seperti Misa alam, yang dapat dijadikan program rutin di paroki maupun dekanat. Selain membangun kebersamaan, kolekte dari Misa alam juga dapat menjadi sumber dana bagi kas OMK, sebagaimana sebelumnya ditekankan oleh Rm. Riyant bahwa keterbatasan biaya tidak seharusnya menjadi penghalang bagi kreativitas dan keberlangsungan kegiatan orang muda.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Riyant sebagai selebran utama, didampingi oleh para konselebran, yakni Rm. Fransiskus Suandi, Rm. Frans Mba’a, OSA, Rm. Ito, CP, Rm. Boni, dan Rm. Cemis, serta Diakon Memet. Suasana homili pun dibuat berbeda dari biasanya. Rm. Ito, CP berperan sebagai pemandu yang mengarahkan jalannya homili dengan memberikan kesempatan kepada beberapa imam untuk menyampaikan pesan secara bergantian. Para imam memberikan peneguhan dan motivasi kepada kaum muda agar tetap teguh dalam iman, menyadari identitasnya sebagai masa kini dan masa depan Gereja serta bangsa, serta memiliki sikap dewasa, militan, dan tidak mudah goyah dalam menghadapi tantangan zaman. Selain itu, OMK juga diajak untuk berani mewartakan iman serta kreatif dalam merangkul sesama kaum muda.

Para Peserta Menulis Perasaan dan Harapannya

Setelah perayaan Misa, seluruh peserta bersama para imam mengabadikan momen kebersamaan melalui sesi foto bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan refleksi pribadi, di mana para peserta menuliskan kembali pengalaman, perasaan, serta harapan mereka setelah mengikuti rangkaian kegiatan TERUS.

Menanam Pohon

Sebagai penutup yang sarat makna, setiap dekanat melakukan penanaman satu pohon secara bersama-sama. Aksi ini menjadi simbol komitmen nyata dalam menjaga dan merawat alam ciptaan, sejalan dengan misi keempat Arah Dasar Keuskupan Ketapang, yakni pelayanan kasih terhadap lingkungan. Gerakan ini juga melanjutkan teladan yang telah lama dilakukan oleh Uskup Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi, yang senantiasa menanam pohon dalam berbagai kesempatan penting seperti pemberkatan kapel, gereja, maupun peringatan hari jadi paroki. Melalui kegiatan ini, semangat kepedulian terhadap lingkungan hidup terus ditanamkan dan dihidupi oleh kaum muda sebagai bagian dari panggilan iman mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini