Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung. Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta memiliki program KKN khusus dengan menempatkan mahasiswa di daerah-daerah yang membutuhkan dukungan di bidang pendidikan maupun sosial masyarakat. Universitas Sanata Dharma telah menjalin kerja sama dengan Keuskupan Ketapang yang hingga saat ini telah mengirimkan enam angkatan mahasiswa KKN yang ditempatkan di berbagai paroki. Pada KKN USD angkatan ke-70, mahasiswa diterjunkan ke tujuh paroki di bawah Keuskupan Ketapang pada periode Juni 2025. Selanjutnya, pada penghujung tahun 2025 KKN angkatan ke-71, membuka peluang pengabdian di dua paroki baru, yaitu Paroki Tembelina dan Paroki Sukaria.

Pada pelaksanaan KKN di Ketapang, Kalimantan Barat terdapat sebanyak 29 mahasiswa diterjunkan ke 9 paroki. Kegiatan penerjunan dimulai dengan keberangkatan dari Kampus 1 Universitas Sanata Dharma pada tanggal 27 Desember 2025. Mahasiswa KKN didampingi oleh dua dosen pembimbing lapangan, yaitu Bapak Dr. Sebastianus Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si. dan Bapak Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. Perjalanan diawali dari Kampus 1 Universitas Sanata Dharma menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang dengan waktu tempuh sekitar tiga jam. Selanjutnya, penyeberangan dari Semarang menuju Ketapang dengan kapal laut dengan durasi perjalanan sekitar 45 jam. Selama berada di kapal, para mahasiswa KKN mengisi waktu dengan berbagai kegiatan kebersamaan, salah satunya berbincang dan saling mengenal satu sama lain.

Setibanya di Catholic Center Ketapang, rombongan mahasiswa KKN dijemput oleh Romo Advent beserta rekan-rekan. Pada waktu istirahat, kami berkesempatan untuk berbincang dengan Romo Joko selaku Pastor Kepala Paroki Tembelina. Perbincangan berlangsung hangat dan menjadi sarana untuk berdiskusi berkaitan pelaksanaan KKN. Sebelum mahasiswa KKN diterjunkan ke paroki masing-masing, terdapat kegiatan pembekalan bersama Bapa Uskup, Mgr. Pius Riana Prapdi. Pembekalan ini membahas terkait kondisi Ketapang dari berbagai aspek, antara lain pendidikan, pastoral, kehidupan masyarakat, dan adat setempat. Selain itu, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan program kerja KKN yang akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan. Presentasi dilakukan bersama Romo Advent sebagai momen yang memberikan banyak inspirasi serta kesiapan bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke paroki. Kelompok kami ditempatkan di Paroki Carolus Borromeus Tembelina, Kelurahan Sungai Melayu, Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Salah satu prosesi yang sangat berkesan yaitu Misa Penerjunan KKN. Dalam misa tersebut, kami diajak untuk merefleksikan tujuan, harapan, dan ketakutan selama menjalani KKN. Setelah sesi refleksi, kami didoakan secara personal oleh dosen pembimbing lapangan, Bapak Bondan dan Bapak Widanarto, serta Romo Advent. Selanjutnya, kami diajak untuk saling mendoakan satu sama lain. Momen ini menjadi pengalaman yang sangat menyentuh, penuh haru, dan mempererat kebersamaan antar mahasiswa KKN.

Kelompok KKN yang ditempatkan di Paroki Carolus Borromeus Tembelina terdiri dari tiga mahasiswa perempuan. Ketiga mahasiswa tersebut saat ini berada di semester 7 dengan latar belakang program studi yang berbeda. Pertama, Florentina Sherley Indria Ritani Sukmawati (Florent) dari Program Studi Psikologi. Kedua, Damiana Dewi Septicitaningtyas (Septi) dari Program Studi Pendidikan Matematika. Ketiga, Gabriella Santi Kurnia Ardiant Saputri (Gea) dari Program Studi Pendidikan Akuntansi.

Setelah rangkaian pembekalan selesai, kami diterjunkan ke paroki masing-masing. Kelompok Paroki Tembelina berangkat pada tanggal 31 Januari 2025 pukul 15.00 WIB menggunakan travel yang sudah disiapkan oleh Romo Joko selaku Romo Paroki Carolus Borromeus Tembelina. Perjalanan menuju Paroki Tembelina ditempuh selama kurang lebih tiga jam melalui jalur perkebunan kelapa sawit. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan kebun sawit dengan kondisi jalan khas lumpur, licin dan berlubang yang justru memberikan pengalaman baru yang sangat berkesan. Setibanya di paroki kami disambut oleh Kak Ona (Ibu rumah tangga Paroki) serta Romo Joko yang juga langsung mengajak mahasiswa untuk mengikuti Ibadat Awal Tahun bersama para frater di Pertapaan OCSO (Ordo Cistercian Observans Ketat atau Trappist) Penggadungan, Sei Melayu.

Perjalanan menuju pertapaan dilakukan dengan diantar oleh calon frater Emanuel. Setibanya di lokasi, kami disambut dengan hangat oleh para frater. Di sana, mahasiswa berkesempatan untuk berbincang bersama Frater OCSO, Frater Koban, Suster Pia, Suster Matilda, serta Damara, mahasiswa PPL dari STAKAT. Mahasiswa mengikuti Ibadat Awal Tahun yang dimulai pukul 23.30, kemudian dilanjutkan dengan berkumpul bersama yang diisi dengan berbincang sembari menyantap makanan bersama. Melalui rangkaian kegiatan penerjunan hingga awal penempatan di Paroki Carolus Borromeus Tembelina, kami mahasiswa KKN Universitas Sanata Dharma memperoleh pengalaman yang berharga, tidak hanya dalam pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dalam proses pendewasaan diri. Kebersamaan, refleksi, serta keterlibatan langsung dalam kehidupan pastoral dan sosial setempat menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menjalani kegiatan KKN dengan penuh tanggung jawab dan semangat pelayanan. Diharapkan, kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan kontribusi nyata bagi paroki dan masyarakat, sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang bermakna dalam menghayati nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan pengabdian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini