Suasana hangat dan penuh sukacita terasa di Gedung Paroki Tanjung pada Jumat malam, 17 April 2026. Tepat pukul 18.00 WIB, umat mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan “Berdoa dan Paskah Bersama” yang diselenggarakan oleh PDKK Santa Maria Assumpta Tanjung. Meski sederhana, pertemuan ini menjadi momen yang dinanti karena menghadirkan kebersamaan dalam iman.

Kegiatan ini diikuti oleh Kelompok Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) bersama sejumlah umat. Mereka berkumpul bukan hanya untuk berdoa, tetapi juga merayakan sukacita Paskah dengan penuh semangat. Wajah-wajah ceria tampak sejak awal acara dimulai. ada yang cemberut namun jadi bersukacita.

Acara dibuka dengan ice breaking bernuansa Paskah yang membangkitkan semangat dan keakraban. Tawa dan keceriaan mengisi ruangan, mencairkan suasana dan menyatukan hati setiap peserta yang hadir.

Setelah itu, suasana beralih menjadi lebih dalam melalui puji-pujian rohani. Lagu-lagu yang dilantunkan membawa setiap orang masuk dalam suasana doa yang mendalam, memuji dan memuliakan Tuhan yang bangkit.

Menariknya, meskipun bernama PDKK Santa Maria Assumpta Tanjung, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Tanjung. Beberapa umat datang dari berbagai tempat seperti Penggerawan, Air Dua, Kusik Pakit, dan Perigi. Kebersamaan lintas wilayah ini semakin memperkaya persekutuan.

Namun, ada sedikit rasa rindu karena umat dari Benatu berhalangan hadir. Meski demikian, sukacita tidak berkurang. Kehadiran umat dari berbagai tempat tetap menghadirkan semangat persaudaraan yang kuat.

Cuaca yang kurang bersahabat tidak menjadi penghalang. Hujan, jalan yang becek, dan kondisi perjalanan yang menantang tidak menyurutkan langkah umat untuk hadir. Justru, hal ini menjadi bukti nyata kerinduan akan persekutuan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari jadwal pelayanan romo di bulan April. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir RD. Andreas Krishna Gunawan, yang akrab disapa Mona, untuk mendampingi dan membimbing umat.

Dalam sesi permenungan, Mona membawakan firman yang diambil dari bacaan Minggu sebelumnya tentang Yesus yang bangkit dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sekaligus Minggu Kerahiman Ilahi. Sabda ini mengajak umat untuk semakin percaya akan kehadiran Tuhan yang hidup.

Renungan yang disampaikan berfokus pada Kerahiman Ilahi, sebagai sifat Allah yang tidak dapat disangkal, bahkan oleh Allah sendiri. Umat diajak untuk belajar dari kasih Allah yang tetap setia, meskipun seringkali manusia menyakiti-Nya.

Memasuki sesi penguatan, setiap orang saling mendoakan satu sama lain. Suasana haru pun terasa ketika Mona dengan rendah hati maju dan meminta umat untuk mendoakan dirinya dalam tugas dan pelayanannya bersama para romo dan umat.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan makan bersama. Berbagai jenis makanan tersaji hasil dari partisipasi umat yang membawa hidangan masing-masing. Dalam kesederhanaan, kebersamaan terasa begitu indah menjadi tanda bahwa Tuhan Yesus yang bangkit sungguh hadir di tengah mereka, dalam doa, pujian, dan kasih persaudaraan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini