MERABAN — Sebanyak 170 Orang Muda Katolik (OMK) dari Dekenat Utara mengikuti kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang diselenggarakan di Paroki Santo Yosef Meraban Keuskupan Ketapang pada Sabtu–Minggu, 3–4 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh OMK dari lima paroki di Dekenat Utara, yakni Paroki Santa Maria Botong, Paroki Santo Mikael Simpang Dua, Paroki Santo Yohanes Rasul Balai Semandang, Paroki Santo Martinus Balai Berkuak, serta Paroki Santo Yosef Meraban yang bertindak sebagai tuan rumah.

Mengangkat semangat untuk semakin mengenal, memahami, dan menghidupi Kitab Suci, kegiatan BKSN ini tidak hanya menjadi ruang bagi OMK untuk memperdalam iman, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan mengembangkan potensi orang muda dalam pelayanan Gereja.

Dalam kegiatan tersebut, OMK Dekenat Utara mengikuti tiga perlombaan, yaitu Lomba Lektor, Lomba Mazmur, dan Cerdas Cermat Kitab Suci. Ketiga kegiatan ini diharapkan dapat membantu OMK semakin memahami makna Kitab Suci sekaligus mendorong keterlibatan orang muda dalam berbagai bentuk pelayanan liturgi dan kehidupan menggereja.

Dalam homilinya, pastor Hugo Wahyu Hadibowo, SJ, mengingatkan bahwa OMK memiliki peran penting dalam kehidupan Gereja. Ia menggambarkan orang muda sebagai salah satu penjaga kebun anggur milik Tuhan, bersama dengan para pastor, suster, dan bruder.

“Kita telah dipertemukan Tuhan melalui kegiatan OMK Dekenat Utara untuk menjadi salah satu penjaga kebun anggur milik Tuhan,” kata Pater Hugo.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi OMK bahwa keterlibatan orang muda dalam Gereja bukan sekadar mengikuti kegiatan, melainkan juga merupakan bagian dari panggilan untuk mengambil peran, melayani, dan menjaga kehidupan iman bersama.

Sementara itu, Thomas Ronaldo, Ketua Panitia BKSN OMK Dekenat Utara, menekankan pentingnya keterlibatan dan kemauan orang muda untuk terus belajar, khususnya dari orang tua dan para pendamping dalam Gereja.

“Keterlibatan anak muda dalam kegiatan ini tentu tidak terlepas dari dukungan orang tua. Dalam hal ini, DPP dan para pastor adalah orang tua bagi OMK. Karena itu, anak muda harus banyak belajar dari orang tua. Kalau tidak, kita bisa menjadi tumpul,” ujar Thomas Ronaldo.

Menurutnya, proses belajar dan pendampingan dari generasi yang lebih tua menjadi bagian penting dalam membentuk OMK agar mampu bertumbuh, berkembang, dan mengambil peran yang lebih besar dalam kehidupan menggereja.

Kegiatan BKSN OMK Dekenat Utara 2026 di Paroki Santo Yosef Meraban pun menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan lintas paroki sekaligus meneguhkan semangat orang muda untuk terus bertumbuh dalam iman, aktif dalam pelayanan, dan menjadi bagian penting dari masa depan Gereja.

Ditulis Oleh Sdr. Eusebeus Ebin

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini