Dokumentasi Bersama Narasumber: Pak Jurin

Rabu sore, 23 Juli 2025, suasana di Cafe Batas Tenang terasa lebih hangat dari biasanya. Tepat pukul 15.00, kegiatan Lentera Iman IV dilaksanakan di kafe yang unik ini, yang berdiri di atas air dan dikelilingi oleh kolam-kolam ikan yang menenangkan hati. Nama “Batas Tenang” benar-benar mencerminkan suasana yang mendukung refleksi dan diskusi iman.

Pada pertemuan kali ini, kami membahas dokumen Gereja Katolik berjudul “Evangelii Nuntiandi”, dari Paus Paulus VI. Dokumen ini mengajak kita merenungkan tentang kekuatan Kabar Gembira yang mampu menyentuh suara hati manusia. Apakah Injil benar-benar bisa mengubah hidup seseorang? Bagaimana cara pewartaan yang efektif agar iman bisa tumbuh dan berkembang dalam dunia yang penuh tantangan ini?

Yang menarik, pembicara sore itu bukan Romo atau frater seperti biasanya, melainkan seorang katekis awam bernama Pak Jurin. Beliau adalah guru agama Katolik di SMA Negeri di Riam Kota, sekaligus pemilik Cafe Batas Tenang. Pak Jurin adalah seorang yang dengan penuh semangat mengambil peran aktif dalam membina iman umat, khususnya kaum muda. Dalam sesi ini, beliau banyak berbagi cerita tentang pengalamannya mendampingi para siswa, termasuk tantangan menjaga iman dalam relasi , seperti ketika seseorang harus memilih antara iman dan pasangan demi pernikahan.

Kegiatan Lentera Iman IV dihadiri oleh 39 peserta yang terdiri dari para katekis volunteer dari Pusat Paroki Santa Maria Assumpta Tanjung serta katekis dari berbagai stasi. Mereka adalah para kader iman yang setia membantu Romo dalam pelayanan pastoral, mengajar calon baptis, mempersiapkan umat untuk menerima sakramen krisma, dan bahkan mendampingi pasangan yang hendak menikah.

Kegiatan Lentera Iman ini sudah berjalan hampir dua tahun, sebagai bagian dari program prioritas Keuskupan Ketapang 2024–2025: “Pengajaran dan Pewartaan Iman”. Di Paroki SMA Tanjung, program ini diterjemahkan menjadi: “Pengembangan iman yang tangguh melalui pengajaran iman”. Lentera Iman menjadi salah satu wujudnya.

Dalam satu tahun, direncanakan minimal enam kali pertemuan. Sepanjang tahun 2024, seluruh pertemuan berhasil dilaksanakan. Hingga Juli 2025 ini, sudah empat kali Lentera Iman berjalan. Ini bukan sekadar diskusi, melainkan semacam “Sekolah Iman” yang menjadi wadah pembentukan kader-kader pewarta iman yang siap membawa Kristus ke tengah masyarakat.

Kegiatan sore itu juga menjadi momen perpisahan dengan Romo Krisno, yang berpamitan karena akan pindah tugas ke tempat pelayanan yang baru. Di tengah perpisahan, ada harapan besar agar kegiatan Lentera Iman terus berjalan, memberi semangat baru bagi para katekis dan umat yang terlibat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini