Memaknai Hari Kakek, Nenek, dan Lansia Sedunia dengan Kasih dan Harapan

KETAPANG — Dalam rangka memperingati Hari Kakek, Nenek, dan Lansia Sedunia yang jatuh pada tanggal 27 Juli 2025, Paroki Katedral Santa Gemma Galgani Ketapang akan menyelenggarakan Misa Khusus bagi para lansia, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Rumah Sakit Fatima Ketapang.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata perhatian Gereja kepada para lansia sebagai pribadi-pribadi yang layak dihormati dan dicintai. “Secara formal, Paroki Katedral terdorong untuk merayakan Hari Kakek dan Nenek berdasarkan himbauan dari Komisi Keluarga Keuskupan, yang juga disertai pesan dari KWI dan Bapa Paus”, ujar Romo Laurensius Sutadi, pastor Paroki Katedral st. Gemma Galgani. “Namun lebih dari itu, secara eksistensial-kultural, paroki ingin menyalurkan kasih dan penghormatan yang khas kepada para lansia. Kita bisa lihat dalam tradisi masyarakat kita, seorang kakek dipanggil berdasarkan nama cucu pertamanya, misalnya ‘Kek Susan’. Itu menunjukkan kebanggaan, kasih, dan kedekatan”, lanjutnya.

Tahun ini, Gereja universal mengangkat tema: “Berbahagialah yang Tidak Kehilangan Harapannya”. Tema ini diterjemahkan oleh paroki dalam semangat pelayanan yang penuh harapan dan penghiburan bagi para lansia. 

Paroki mewujudkannya dengan dua cara: pertama, membangkitkan harapan lewat kunjungan dan doa bagi para kakek dan nenek; dan kedua, dengan memberi ruang keterlibatan aktif dalam Misa Khusus, seperti menjadi petugas liturgi.

“Inspirasi ini juga sejalan dengan ajaran Rasul Paulus dan Santo Agustinus yang menyebutkan bahwa meski kekuatan jasmani menurun, kekuatan batin dari Tuhan justru menjadi semakin kuat.

Dalam suratnya, Paus Leo mengutip Paus Fransiskus juga menekankan bahwa kerentaan bukanlah halangan untuk mengasihi dan berdoa”, jelas Romo.

Melalui kerja sama dengan RS Fatima, para lansia yang hadir dalam kegiatan ini tidak hanya disegarkan secara rohani, tetapi juga diperhatikan kondisi kesehatannya. Pemeriksaan kesehatan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi singkat dengan tenaga medis profesional dari RS Fatima.

“Kami ingin agar para kakek dan nenek sungguh merasakan kasih Allah melalui perhatian yang konkret. Harapannya, mereka pun terdorong untuk terus mengasihi sesama, berdoa, dan memuliakan Tuhan dalam keseharian mereka”, ujar Romo.

Tak lupa, Romo Sutadi juga menyampaikan pesan khusus kepada kaum muda: “Sapa dan ajaklah mereka ngobrol. Dalam percakapan itu, banyaklah mendengar. Di sana tersimpan kebijaksanaan dan wawasan hidup yang tak ternilai”.

Dengan semangat kasih dan penghormatan lintas generasi, Paroki Katedral ingin menegaskan bahwa Gereja adalah rumah bagi semua, dari yang termuda hingga yang tertua, tempat di mana harapan selalu hidup dan tumbuh. (KK / -FD-)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini