Suster Bepigal

Stasi St. Blasius Benatu, 26 Agustus 2025 – Suasana meriah sudah terasa sejak pagi di Stasi Benatu. Kedatangan Bapa Uskup bersama Romo Krishna disambut hangat dengan tarian adat dari Orang Muda Katolik (OMK). Sebelum misa dimulai, umat dan para tamu undangan diajak terlebih dahulu untuk bepigal, menari bersama di halaman gereja.

Misa dilangsungkan dengan khidmat, dan menjadi momen penting bagi 51 orang muda dari Stasi Benatu yang menerima Sakramen Penguatan. Stasi Benatu sendiri merupakan kampung besar dengan hampir 400 kepala keluarga, dan hari itu seluruh umat tampak bersatu dalam semangat iman.

Dalam misa ini, tujuh misdinar dari stasi turut melayani dengan penuh tanggung jawab. Mereka sudah melayani di berbagai stasi dari Senin hingga Selasa, bahkan harus rela tidak masuk sekolah demi tugas pelayanan ini. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam kelancaran perayaan.

Bapa Uskup Bepigal

Para katekis juga hadir dengan seragam kebesaran mereka. Baik dari Stasi Benatu maupun dari paroki dan stasi lain di sekitarnya, semua datang untuk mendukung para peserta krisma. Pengabdian mereka begitu besar – tanpa bayaran, namun dengan hati yang penuh cinta dan dedikasi. Seperti pesan dari Pak Dony, katekis senior di Paroki Tanjung: “Romo dan Frater akan pindah-pindah, yang tetap adalah kita. Jadi ayo bergerak untuk mengembangkan iman ini.”

Setelah misa, Bapa Uskup memberkati beberapa rumah warga. Tak lama kemudian, suasana berubah menjadi sangat meriah. Di lapangan bola sudah disiapkan panggung dan sound system besar. Acara dibuka oleh Persekutuan Doa Maria Assumpta Tanjung yang membawakan lagu-lagu pujian dan mengajak anak-anak bernyanyi bersama.

Momen paling spesial terjadi saat Mgr. Pius diajak naik panggung dan ikut bernyanyi, disambut tepuk tangan meriah dari umat. Tak ketinggalan, Romo Krishna juga mempersembahkan lagu dan ikut bergoyang bersama seluruh umat yang hadir. Hari itu menjadi bukti nyata bahwa perayaan iman bisa menjadi sumber sukacita yang menyatukan semua generasi.

Ditulis oleh Fr. Memet

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini