Stasi St. Agustinus Perigi, 25 Agustus 2025 – Suasana di Stasi Perigi pagi itu terasa sangat istimewa. Tepat pukul 10.00, Bapa Uskup disambut secara adat oleh masyarakat Dayak dengan pemotongan bambu dan tarian pembuka yang penuh semangat. Misa Sakramen Penguatan dipimpin oleh Mgr. Pius, didampingi oleh Romo Krishna dan Romo Boni.

Sebanyak 54 orang muda dari Stasi Perigi dan Barak Perigi menerima Sakramen Penguatan hari itu. Mereka telah dibimbing dengan penuh kesabaran dan cinta oleh para katekis yang turut hadir dalam misa, mengenakan seragam kebesaran mereka. Tak hanya katekis dari Perigi, hadir pula katekis dari paroki dan stasi-stasi sekitar sebagai bentuk dukungan dan semangat bersama.

Pengorbanan para katekis patut dihargai. Mereka tidak digaji, tapi tetap rela memberikan waktu dan tenaga demi memperkuat iman umat. Seperti kata Pak Dony, katekis senior dari Paroki Tanjung, “Romo dan Frater akan pindah-pindah, yang tetap adalah kita. Jadi ayo bergerak untuk mengembangkan iman ini.”
Yang menarik lagi, misa ini juga dibantu oleh tujuh orang misdinar dari stasi. Mereka dengan setia melayani dari Senin hingga Selasa, meskipun harus mengorbankan waktu sekolah. Kehadiran mereka membuat misa menjadi lebih hidup dan khusyuk.

Dalam homilinya, Bapa Uskup mengingatkan peserta Krisma untuk menjadi orang yang “JOSSS” – singkatan dari Jadi Orang Sukacita, Suci, dan Smart. Ia juga menyampaikan empat langkah menuju kesucian menurut Paus Fransiskus: jangan membicarakan keburukan orang lain, sediakan waktu untuk keluarga, doakan sesama, dan jadilah pribadi yang murah hati.
Setelah misa, Bapa Uskup memberkati seluruh Kampung Perigi. Pemberkatan ini menjadi momen penting, mengingat belakangan ini desa mengalami serangkaian peristiwa kematian beruntun yang membuat warga merasa gelisah.
Sebagai penutup, seluruh umat berkumpul di balai desa untuk acara bepigal (menari bersama) dan begendang, merayakan kebersamaan dalam sukacita dan budaya lokal yang hangat.
Ditulis oleh Fr. Memet


















