Dalam semangat membina kader iman yang tangguh dan berakar pada pelayanan, Paroki Santa Maria Assumpta Tanjung menggelar pembinaan khusus bagi para misdinar serta anak-anak Asrama Putra dan Asrama Putri. Kaderisasi ini berfokus pada pembentukan karakter generasi muda agar memiliki keberanian untuk bersuara menyuarakan kebenaran serta menjadi penggerak bagi sesama di tengah Gereja dan masyarakat. Sebagaimana kisah Samuel muda yang diajar untuk berani merespons sapaan Tuhan di bawah bimbingan Eli, anak-anak muda di Paroki Tanjung ini didampingi agar tidak ragu melangkah, berani tampil, dan siap menjadi motor perubahan meskipun sering kali merasa belum berpengalaman.

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di kompleks SMP PL Don Bosco Tanjung dikemas sangat dinamis dan komunikatif. Pembagian materi dilakukan melalui metode Focus Group Discussion (FGD), di mana para peserta diajak masuk ke dalam ruang-ruang diskusi kelompok terarah. Lewat FGD ini, anak-anak dilatih untuk berani menyampaikan pendapat, mengutarakan pemikiran, serta merumuskan aksi nyata untuk saling menggerakkan dalam kebaikan. Tak hanya pembekalan materi, rangkaian kaderisasi ini kian lengkap dengan adanya kegiatan outbound. Melalui berbagai permainan dinamika kelompok di luar ruangan, bonding serta rasa persaudaraan antar-anak misdinar maupun anak asrama terbangun semakin erat. Suasana kekeluargaan sangat terasa saat mereka saling bekerja sama, melatih kepemimpinan, dan membangun rasa saling percaya satu sama lain.

Puncak dari seluruh rangkaian pembinaan ini ditutup secara meriah dan melalui Perayaan Ekaristi Remaja(Misa EKR). Suasana perayaan iman kian semarak dengan hadirnya persembahan tarian anggun saat perarakan, serta pertunjukan drama ekspresif oleh anak-anak Sekolah Dasar. Melalui lakon sederhana yang dibawakan dengan polos dan berani, anak-anak SD tersebut berhasil menyampaikan pesan moral mengenai pentingnya saling mengajak dalam kebaikan dan berani menyuarakan kebenaran sejak dini, membuktikan bahwa sukacita perjumpaan dengan Kristus mampu menjadikan siapa saja bahkan yang terkecil sekalipun sebagai penggerak bagi sesamanya.

Rangkaian kaderisasi dan Misa EKR ini menggarisbawahi bahwa asrama dan ruang sakristi merupakan tempat terjadinya peristiwa iman dan pembentukan kemanusiaan secara nyata. Keberanian untuk bersuara dan menjadi penggerak bukanlah untuk mencari panggung atau kebanggaan diri, melainkan bentuk kesaksian iman yang mempermudah sesama untuk berjumpa dengan Yesus. Dengan dilandasi harapan bahwa pelayanan murni senantiasa berbuah pada hidup kekal, program ini diharapkan dapat terus melahirkan kader-kader muda Paroki Tanjung yang berani, kritis, dan siap menjadi garam serta terang bagi Keuskupan Ketapang

Ditulis oleh mahasiswa/i KKN Atama Jaya Angkatan 89

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini