Teras Pastoran Tanjung, Sabtu, 1 Agustus 2026, 18.00-19.45WIB.Suasana penuh syukur dan kekeluargaan mewarnai acara timbang terima pelayanan di Paroki Santa Maria Assumpta Tanjung yang berlangsung di Teras Pastoran Tanjung pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam estafet pelayanan pastoral sekaligus ungkapan syukur atas kehadiran tiga imam yang akan bersama-sama melayani umat di Paroki Tanjung.


Bapak Nikodemus Momo memberikan
sambutan selaku Ketua Dewan Pastoral Harian (DPH) Paroki Santa Maria Assumpta Tanjung

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Dewan Pastoral Harian (DPH) Paroki Santa Maria Assumpta Tanjung, Bapak Nikodemus Momo. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan yang menghadirkan tiga imam untuk berkarya di tengah umat Tanjung. Ia berharap seluruh program pastoral yang telah dirancang dan dijalankan selama ini dapat terus berlanjut serta semakin berkembang demi kemajuan Gereja dan pelayanan kepada umat.


Rm. Andreas Krishna Gunawan menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pelayanan selama satu tahun terakhir

Selanjutnya, Rm. Andreas Krishna Gunawan menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pelayanan selama satu tahun terakhir. Beliau menjelaskan bahwa sebelumnya telah berkomunikasi dengan Uskup Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi, mengenai kebutuhan adanya pastor kepala paroki agar pelayanan pastoral dapat berjalan lebih optimal, sementara dirinya dapat lebih fokus mendampingi pembangunan Gereja baru, Taman Kanak-kanak, dan Gua Maria Bukit Sion. Pada 26 Juni 2026 harapannya terwujud, Uskup Ketapang menghubungi serta menyampaikan keputusan bahwa Rm. Krishna tetap berkarya di Paroki Tanjung, didampingi oleh Rm. Yoseph Kaju yang diutus sebagai Pastor Kepala Paroki.

Dalam pemaparannya, Rm. Krishna juga menyampaikan berbagai dinamika pelayanan selama setahun terakhir serta mengingatkan bahwa salah satu agenda besar yang akan dihadapi tahun ini adalah pemilihan Ketua Dewan Pastoral Paroki yang baru karena masa jabatan pengurus saat ini telah berakhir. Dengan nada penuh keakraban, Rm. Krishna menegaskan bahwa dirinya bukan meninggalkan tugas sebagai pastor paroki, melainkan ingin lebih memusatkan perhatian pada karya seni patung yang selama ini menjadi bagian dari pelayanannya bagi Gereja juga.

Dalam sambutan perdananya sebagai Pastor Kepala Paroki Santa Maria Assumpta Tanjung, Rm. Yoseph Kaju mengaku bahwa tugas tersebut merupakan pengalaman pertamanya memimpin sebuah paroki. Ia mengenang saat sedang mengikuti kegiatan di Palembang ketika menerima telepon dari Uskup Ketapang yang bertanya mengenai kesediaannya menjadi pastor kepala paroki. Dengan senyum, ia mengatakan bahwa pertanyaan tersebut sesungguhnya merupakan sebuah perutusan.


Rm. Yoseph Kaju
Dalam sambutan perdananya sebagai Pastor Kepala Paroki Santa Maria Assumpta Tanjung

Rm. Yoseph mengungkapkan kegembiraannya setelah mendengarkan laporan yang dipresentasikan oleh Rm. Krishna. Menurutnya, laporan tersebut menunjukkan bahwa tata kelola pastoral Paroki Tanjung telah semakin tertata dengan baik. Dengan sedikit humor, ia mengatakan bahwa sebagaimana jalan menuju Tanjung yang kini sudah mulus saat dirinya datang, demikian pula tugasnya sekarang adalah melanjutkan apa yang telah dibangun dengan baik. Ia juga mengakui bahwa dirinya masih perlu banyak belajar mengenal wilayah Paroki Tanjung dan memohon doa serta dukungan seluruh umat agar dapat melayani dengan sebaik-baiknya.


Vikaris Jenderal Keuskupan Ketapang, Rm. Laurensius Sutadi menyampaikan pesan penguatannya

Pesan penguatan juga disampaikan oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Ketapang, Rm. Laurensius Sutadi. Ia menegaskan bahwa kehadirannya di Paroki Tanjung merupakan perutusan langsung dari Uskup Ketapang untuk melaksanakan keputusan yang telah ditetapkan. Dalam rapat Kuria Keuskupan, Uskup memang meminta berbagai pertimbangan, namun keputusan akhir tetap berada di tangan beliau. Ketika nama Rm. Yoseph Kaju diusulkan sebagai Pastor Kepala Paroki Tanjung, seluruh peserta rapat memberikan persetujuan.

Rm. Laurensius Sutadi menjelaskan bahwa meskipun Rm. Yoseph masih memegang tugas di komisi PSE keuskupan, pelayanan pastoral akan dijalankan secara kolaboratif bersama Rm. Krishna dan Rm. Memet. Ia mengingatkan bahwa dalam Dewan Pastoral Paroki terdapat wakil uskup, yaitu para imam, serta wakil umat melalui Dewan Pastoral Harian. Karena itu, semangat kekeluargaan harus selalu menjadi dasar dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul.

Lebih lanjut, Rm. Sutadi menegaskan bahwa pada hakikatnya pastor seluruh paroki di Keuskupan Ketapang adalah Uskup sendiri, sedangkan para imam diutus untuk membantu menjalankan pelayanan tersebut. Ia juga mengajak seluruh pelayan Gereja untuk setia mengikuti sistem dan pedoman yang telah dibangun oleh keuskupan. Menurutnya, pribadi hendaknya mengikuti sistem, bukan sebaliknya sistem mengikuti selera pribadi seorang pastor. Dengan demikian, kesinambungan pelayanan akan tetap terjaga meskipun terjadi pergantian imam.

Ia turut mengapresiasi berbagai pembinaan iman yang telah berkembang di Paroki Tanjung, seperti rekoleksi bersama Uskup, pengutusan umat mengikuti kegiatan keuskupan, serta kaderisasi yang terus dilakukan. Menurutnya, pembinaan sumber daya manusia tetap menjadi prioritas utama, di samping pembangunan sarana fisik Gereja.

Rm. Sutadi juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif “Pasar Laudate Deum” yang lahir dari kreativitas umat sebagai tanda kedewasaan iman. Ia menyambut baik rencana keterlibatan para imam dalam pelayanan pendidikan, termasuk mengajar di sekolah serta memberi perhatian kepada pendidikan anak usia dini yang menjadi perhatian khusus Uskup Ketapang.

Menutup sambutannya, Rm. Laurensius menyampaikan terima kasih kepada Rm. Krishna atas berbagai karya yang telah diwujudkan selama satu tahun terakhir. Ia pun mengajak seluruh umat mendukung karya seni patung yang menjadi salah satu talenta khas Rm. Krishna. “Mumpung kita memiliki romo yang berbakat sebagai seniman patung, mari kita dukung bersama,” ungkapnya.

Acara timbang terima ini menjadi simbol kesinambungan pelayanan di Paroki Santa Maria Assumpta Tanjung. Dengan semangat persaudaraan, sistem pelayanan yang semakin tertata, serta kerja sama antara para imam dan seluruh umat, diharapkan karya pastoral di Paroki Tanjung terus berkembang demi kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan umat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini