Tembelina, 21 Agustus 2026 – Pastoran Paroki St. Carolus Borromeus Tembelina menjadi ruang perjumpaan bagi Orang Muda Katolik (OMK) dalam kegiatan bina iman yang dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Berjalan Beriringan Bersama OMK dalam Membangun Hidup Menggereja” dan diikuti oleh para pelajar yang merupakan bagian dari OMK, khususnya dari SMA Negeri 1 Sungai Melayu Rayak.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Kornelya Kartila Klana, yang akrab disapa Kak Karla, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak yang sedang melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Paroki St. Carolus Borromeus Tembelina. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Romo Petrus Riyant. Materi bina iman dibagi antara Kak Karla dan Romo Riyant sehingga keduanya memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam mendampingi dan berbagi bersama para OMK.

Mengenal Arti dan Peran OMK

Pertemuan ini menjadi kegiatan bina iman OMK Sekolah (Pastoral Sekolah) pertama kali dilaksanakan secara khusus di Pastoran Tembelina. Dalam pertemuan perdana ini, para OMK diajak untuk kembali memahami arti dan makna menjadi Orang Muda Katolik, sekaligus mendalami tugas, peranan, dan hak mereka dalam kehidupan menggereja.

Materi yang diberikan tidak hanya diarahkan pada pemahaman mengenai OMK, tetapi juga pada bagaimana orang muda menyadari bahwa mereka memiliki tempat dan peranan penting dalam kehidupan Gereja. Orang muda bukan hanya menjadi penerima pelayanan, tetapi juga merupakan bagian dari Gereja yang dipanggil untuk terlibat, mengambil bagian, dan memberikan diri melalui berbagai bentuk pelayanan.

Pemilihan tema tersebut berangkat dari situasi yang dihadapi oleh para OMK dalam kehidupan sehari-hari. Kesibukan sebagai pelajar dengan berbagai tuntutan sekolah dan aktivitas lainnya terkadang membuat keterlibatan dalam kehidupan menggereja menjadi kurang mendapat perhatian. Karena itu, kegiatan bina iman ini menjadi salah satu ruang untuk membangun kembali kesadaran para OMK akan pentingnya keterlibatan mereka dalam Gereja. Melalui perjumpaan dan pembinaan yang dilakukan secara rutin, diharapkan tumbuh semangat untuk mengambil bagian dalam kehidupan menggereja sekaligus mempersiapkan kader-kader muda yang mampu melanjutkan semangat pelayanan Gereja di masa yang akan datang.

Pastoran sebagai Rumah bagi Orang Muda

Selain memberikan pendalaman iman, kegiatan ini juga memiliki tujuan untuk membangun kedekatan antara para OMK dengan Pastoran. Kehadiran para OMK di Pastoran diharapkan dapat menjadi sesuatu yang semakin biasa dan menyenangkan, sehingga Pastoran tidak hanya dipandang sebagai tempat bagi para imam atau tempat berlangsungnya kegiatan tertentu, tetapi juga sebagai ruang bersama bagi orang muda.

Romo Petrus Riyant menyoroti bahwa kegiatan seperti ini merupakan kegiatan positif yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan. Menurutnya, melalui kegiatan bina iman yang dilaksanakan di Pastoran, para OMK dapat semakin dekat dengan lingkungan Pastoran dan tidak lagi merasa malu atau segan untuk datang ketika terdapat kegiatan-kegiatan Gereja.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan iman, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat relasi antara sesama OMK, para pendamping, dan Pastoran. Kedekatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap Gereja dan mendorong para OMK untuk semakin berani mengambil bagian dalam berbagai kegiatan pastoral.

Membuka Jalan bagi Pendampingan yang Berkelanjutan

Kegiatan bina iman ini direncanakan tidak berhenti pada pertemuan pertama. Kak Karla, yang dalam pelaksanaan PPL juga mendapat tugas praktik mengajar di SMA Negeri 1 Sungai Melayu Rayak, berencana untuk melaksanakan kegiatan bina iman OMK secara rutin.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang yang konsisten bagi para OMK untuk bertumbuh dalam iman sekaligus membangun keterlibatan mereka dalam kehidupan menggereja. Dalam pelaksanaannya, kehadiran para siswa juga akan dicatat sebagai bentuk komitmen dalam mengikuti kegiatan.

Bagi Karla, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menghubungkan tugas pendidikan dengan pelayanan pastoral. Pendampingan kepada para siswa tidak hanya berlangsung dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pembinaan iman yang membantu mereka menyadari bahwa kehidupan sebagai pelajar dan kehidupan sebagai anggota Gereja dapat berjalan beriringan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah kecil dalam membangun kader-kader muda Gereja. Dengan adanya pendampingan yang rutin, para OMK dapat terus dibina agar memiliki kesadaran, keberanian, dan komitmen untuk terlibat dalam kehidupan menggereja.

Dari Pertemuan Pertama Menuju Komitmen Bersama

Sebagai pertemuan Bina Iman Sekolah yang perdana, kegiatan bina iman ini memberikan kesan positif bagi para pendamping. Karla menyampaikan kegembiraannya apabila kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan membawa pembaruan bagi kehidupan OMK di Paroki Tembelina. Ia berharap bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung selama masa PPL yang sedang dijalani, tetapi dapat menjadi sebuah kegiatan yang berkelanjutan. Sehingga, ketika masa PPL-nya berakhir, semangat yang telah dimulai dapat diteruskan oleh mahasiswa PPL berikutnya maupun para pendamping di paroki. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan ini membutuhkan komitmen bersama. Dengan demikian, bina iman OMK tidak bergantung pada kehadiran satu orang pendamping saja, melainkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam mendampingi dan memberdayakan orang muda di Paroki Tembelina.

Berjalan Bersama, Bertumbuh dalam Gereja

Pertemuan perdana bina iman OMK di Pastoran Tembelina menjadi sebuah langkah sederhana untuk membuka ruang yang lebih luas bagi orang muda dalam kehidupan menggereja. Di tengah kesibukan sekolah dan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, Gereja dipanggil untuk terus hadir, mendampingi, dan berjalan bersama mereka. Tema “Berjalan Beriringan Bersama OMK dalam Membangun Hidup Menggereja” menjadi sebuah ajakan bahwa orang muda dan Gereja dipanggil untuk berjalan bersama. OMK bukan hanya objek pelayanan, melainkan bagian penting dari Gereja saat ini sekaligus generasi yang akan melanjutkan kehidupan dan pelayanan Gereja di masa yang akan datang.

Dari sebuah perjumpaan sederhana di Pastoran Tembelina, diharapkan tumbuh semangat baru bagi para OMK untuk semakin mengenal, mencintai, dan terlibat dalam kehidupan Gereja. Semoga langkah pertama ini dapat terus dilanjutkan melalui komitmen bersama, sehingga semangat pelayanan orang muda di Paroki St. Carolus Borromeus Tembelina semakin hidup dan berkelanjutan.

ditulis oleh: Kornelya Kartila Klana

Mahasiswa STAKat Negeri Pontianak – PPL di Paroki St. Carolus Borromeus Tembelina.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini