Tanjung, 23 Agustus 2025 – Meskipun sore itu cuaca cukup panas, suasana di Gereja Paroki Tanjung terasa hangat dan penuh semangat. Tepat pukul 16.30, para petugas liturgi tampak berarak masuk ke dalam gereja, menandai dimulainya Perayaan Sakramen Penguatan (Krisma) yang telah lama dinantikan.
Misa dipimpin langsung oleh Mgr. Pius, dengan didampingi oleh para imam: Romo Krishna, Romo Boni, Romo Rendi (yang akan segera bertugas di Paroki MRPD Air Upas), dan Romo Anthony, CSsR.
Tahun ini, sebanyak 159 orang menerima Sakramen Krisma. Mereka berasal dari berbagai wilayah: Pusat Paroki Tanjung, SMP PL Tanjung, serta stasi-stasi seperti Lamboi, Kusik Pakit, Pangkalan Pakit, Air Dua, Pengerawan, dan Kekura.
Para katekis juga hadir dengan semangat luar biasa. Meskipun tidak menerima bayaran, mereka tetap setia mendampingi peserta Krisma dari awal hingga akhir proses. Komitmen mereka menjadi bukti bahwa pelayanan bukan soal imbalan, melainkan soal cinta dan tanggung jawab dalam iman.
Dalam homilinya, Bapa Uskup menghidupkan suasana dengan kuis ringan tentang tiga kelompok sakramen dalam Gereja. Ia juga menegaskan bahwa Sakramen Penguatan merupakan dasar penting bagi panggilan hidup lainnya, termasuk imamat dan perkawinan.
Suasana makin akrab ketika beliau menyisipkan candaan, “Buat kalian yang masih muda, jangan langsung nikah ya habis Krisma!” Umat pun tertawa bersama, menjadikan momen itu penuh kehangatan.
Sakramen ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan langkah penting untuk menguatkan iman dan meneguhkan komitmen sebagai saksi Kristus di tengah dunia.
Ditulis oleh Fr. Memet


















