Tanjung, 17 Agustus 2025 – Hari Minggu di Paroki Santa Maria Assumpta Tanjung kali ini terasa lebih istimewa. Selain merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, umat juga mengikuti Misa Kudus sekaligus serah terima jabatan pelayanan Pastor Paroki, dari Rm. Krisno kepada Rm. Krishna.
Misa yang berlangsung penuh khidmat ini dipimpin oleh Rm. Laurensius Sutadi, Pr., Vikaris Jenderal Keuskupan Ketapang. Dalam homilinya, suasana menjadi ringan dan hangat ketika Rm. Sutadi berkata, “Masalah terbesar itu kadang cuma membedakan antara O dan A!” Umat pun tertawa, menangkap maksud candaan yang merujuk pada nama Rm. Krisno dan Rm. Krishna—yang memang mirip, hanya beda satu huruf.
Romo Baru, Burung Baru, dan Anugerah Baru
Rm. Sutadi mengutip kata-kata Ketua DPP yang menyebut bahwa kehadiran Rm. Krishna adalah sebuah anugerah bagi umat Paroki Tanjung. Namun, beliau menambahkan bahwa anugerah itu pasti tidak akan sama dengan yang sebelumnya. “Dan itu wajar,” katanya, “karena setiap imam membawa keunikan masing-masing.”
Suasana misa kembali hangat saat Rm. Sutadi menyelipkan komentar lucu tentang hobi baru Rm. Krishna memelihara burung. “Umat tidak keberatan kalau Romo memelihara burung, ya…” katanya, disambut gelak tawa seluruh gereja. Diketahui, Rm. Krishna memang baru saja memelihara dua ekor burung kacer dan satu burung murai. Ini menjadi bahan candaan kecil yang menghangatkan suasana, sekaligus tanda bahwa umat siap menerima Romo baru dengan segala keunikan pribadinya.
Gereja Adalah Peristiwa Iman
Dalam homilinya, Rm. Sutadi juga menyentil realita pembangunan gereja yang belum selesai. “Meskipun kita tidak punya banyak uang,” katanya, “gereja ini dibangun bukan karena harta, tapi karena iman dan kasih kepada Yesus.”
Ia mengajak umat untuk terus melanjutkan semangat gotong royong yang selama ini sudah hidup di Paroki Tanjung. “Dari memindahkan tanah, mencari cerucuk, hingga mengangkut pasir—semua dilakukan bersama. Maka jadilah gereja ini sebagai peristiwa iman umat, bukan sekadar bangunan fisik.”

Sumpah, Credo, dan Tanda Tangan
Setelah homili dan Doa Syukur Agung, acara dilanjutkan dengan momen sakral: Pernyataan kesetiaan dari Rm. Krishna. Ia mengucapkan Sumpah Ketaatan dan Credo Nicea-Konstantinopel di hadapan umat dan imam-imam yang hadir. Kemudian dilakukan penandatanganan berkas serah terima bersama Rm. Krisno, menandai dimulainya babak baru pelayanan pastoral di Paroki Santa Maria Assumpta.
Minggu itu menjadi hari yang penuh makna, selalu ada rasa syukur, tawa hangat, kesetiaan, dan harapan. Selamat datang Rm. Krishna! Semoga pelayanan di Paroki Tanjung menjadi perjalanan indah bersama umat yang siap berjalan bersama.
Ditulis oleh Fr. Memet


















