Orang Muda Katolik (OMK) Santo Martinus Balai Berkuak melaksanakan ziarah rohani ke Gua Maria Mater Sanctae Spei Kalam Laur pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momen iman sekaligus ajang mempererat persaudaraan antaranggota OMK.
Ziarah tersebut diikuti oleh 55 anggota aktif OMK Santo Martinus Balai Berkuak yang terdiri dari OMK pusat dan OMK stasi. Para peserta menempuh perjalanan menggunakan dua unit bus milik PT Asia Mukti Lestari. Selain sebagai bentuk devosi kepada Bunda Maria, kegiatan ini juga bertujuan membangun kebersamaan dan meningkatkan keakraban di antara sesama Orang Muda Katolik.
Dalam pelaksanaannya, OMK Santo Martinus Balai Berkuak berkolaborasi bersama OMK OMK Santo Petrus dan Paulus Sungai Daka. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa Rosario, dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RP. Valens Viktori Bain Wokal, CP, makan siang bersama, serta kegiatan keakraban yang diisi dengan berbagai permainan dan aktivitas kebersamaan.

Ketua OMK Paroki Santo Martinus Balai Berkuak, Eusebeus Ebin, mengatakan bahwa ziarah ini merupakan bentuk kepedulian Orang Muda Katolik terhadap alam yang diwujudkan melalui devosi kepada Bunda Maria dan Misa Alam yang dilaksanakan di area Gua Maria Mater Sanctae Spei Kalam Laur. Menurutnya, lokasi gua yang berada di tengah hutan dan dikelilingi pepohonan menjadi pengingat bagi OMK untuk ikut menjaga dan merawat ciptaan Tuhan.
“Orang muda tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga harus menjaga dan merawat apa yang masih ada. Salah satunya adalah tempat kudus Gua Maria Mater Sanctae Spei Kalam Laur. Selain menjadi tempat ziarah rohani, lokasi ini juga menyajikan keindahan alam yang luar biasa. Tindakan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan membuang sampah pada tempatnya merupakan bentuk cinta terhadap alam sekaligus upaya merawat tempat kudus ini. Karena itu, Orang Muda Katolik tidak perlu takut untuk melakukan aksi nyata yang positif dan berarti,” ujar Ebin.
Sementara itu, Frater Donatus mengatakan bahwa perjalanan menuju Gua Maria Mater Sanctae Spei bukan sekadar perjalanan fisik ataupun kegiatan doa semata, melainkan bentuk penghormatan kepada Bunda Maria atas perannya dalam karya keselamatan Allah.
“Ziarah ini bukan hanya perjalanan fisik atau sekadar berdoa di Gua Maria dan memperingati Bulan Maria, tetapi menjadi bentuk penghormatan OMK kepada Bunda Maria atas peran aktifnya dalam karya keselamatan Allah. Selain itu, ziarah ini menjadi momen batin bagi kaum muda untuk mendekatkan diri dan menyampaikan kerinduan mereka kepada Tuhan bersama Bunda Maria. Perjalanan ini juga mempererat persaudaraan antar-OMK. Karena itu, ziarah OMK menjadi perjalanan batin kami untuk semakin dekat menuju Tuhan,” ujar Donatus.
Dalam homilinya, Pastor Itho mengajak seluruh OMK agar tidak takut ataupun merasa tidak pantas untuk terlibat dalam pelayanan dan karya-karya OMK. Menurutnya, setiap orang memiliki kekurangan masing-masing dan tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain.

RP. Valens Viktori Bain Wokal, CP alias Pastor Itho
“Ada cinta bersama Bunda Maria yang mengajak OMK untuk datang dan berkumpul bersama dalam doa. Jangan pernah takut atas segala kekurangan yang ada dalam diri kita masing-masing, karena bukan tugas kita untuk membandingkan diri dengan orang lain, melainkan untuk terus bertumbuh dalam cinta dan pelayanan,” kata Pastor Itho.
Penulis: Eusebeus Ebin


















