Dokumentasi

Jumat tanggal 26 September 2025 – Di sore hari ini, anak-anak misdinar dan OMK dari berbagai stasi dan kring di wilayah parokial Gereja St. Mikael Paroki Simpang Dua mulai berdatangan. Tujuan kedatangan mereka tak lain adalah untuk mengikuti kegiatan “Bible Camp” yang diadakan oleh OMK pusat paroki. Kegiatan ini diadakan untuk memeriahkan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) tahun 2025. Tema dari kegiatan ini sesuai dengan tema BKSN yang berbunyi “Allah Sumber Pembaharuan Relasi dalam Hidup”. Dengan demikian kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa atau ajang kompetitif, melainkan suatu bentuk nyata dari pembentukan dan pembaharuan relasi bagi anak-anak dan OMK di Paroki Simpang Dua.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Bible Camp ini terbilang banyak, yaitu 80 orang. Jumlah ini menunjukkan tingkat antusias dan partisipasi yang sangat tinggi dari anak-anak misdinar dan OMK di seluruh wilayah pastoral Paroki Simpang Dua. Vikaris Jenderal Keuskupan, RD. Laurensius Sutadi, yang kebetulan hadir di Paroki Simpang Dua sangat terkesan dengan tingkat partisipasi dan antusias yang sangat tinggi dari anak-anak dan OMK di Paroki Simpang Dua. Kesan ini ditanggapi oleh Pastor Paroki, RD. B. Suhanedi Kusmantoro, dengan berpendapat bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai kewajiban pihak paroki untuk mengembangkan iman umat mulai dari usia dini sembari mendukung peran OMK di Paroki Simpang Dua.

Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 26 hingga 28 September 2025. Dinamika kegiatan berpusat di gedung gereja lama dan untuk penginapan di bagi ke dalam 4 tempat: Asrama, Susteran, TKK, dan Pastoran. Adapun perlombaan dan materi yang dilaksanakan dan diikuti oleh para peserta, seperti: menyanyikan Mazmur, tutur Kitab Suci, Videografi, sedikit lomba rekreatif yaitu sepak bola dangdut. Selain lomba, adapula materi yang diikuti oleh para peserta yaitu tentang Sejarah Evangelisasi di Paroki Simpang Dua yang dibawakan oleh Pak Floren selaku Ketua DPP, materi tentang Kitab Suci dan St. Mikael dari Frt. Zandro, materi seputar kehidupan orang muda dari RD. Petrus Riyant selaku Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ketapang serta promosi panggilan dari RD. Sirus Yulius Mbusa dan Sr. Regina, PIJ.

Kegiatan ini diinisiasi, dipersiapkan, dan dilaksanakan oleh OMK Paroki Simpang Dua serta didukung oleh berbagai pihak seperti: paroki, Legio Mariae, Susteran PIJ, stasi-stasi, kring-kring, dan pihak-pihak lainnya. Halnya menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar kegiatan rohani biasa, melainkan momen berahmat sekaligus bernilai bagi seluruh umat di Paroki Simpang Dua.

Kegiatan ini memperoleh berbagai tanggapan salah satunya dari Ketua OMK, Falenza Cerry, yang berpendapat bahwa anak-anak yang terlibat dalam Bible dapat menjadi lebih aktif dan terlibat dalam perayaan liturgi, baik sebagai pelayan altar, misdinar atau dalam peran lainnya. Dengan demikian, BKSN dapat menjadi sarana yang efektif untuk membentuk generasi muda yang memiliki iman kokoh. Ketua panitia pelaksanaan kegiatan ini, Albertus Rendy juga menambahkan bahwa kegiatan Bible Camp ini memiliki manfaat yang bagus untuk perkembangan anak. Selain mendapatkan pengetahuan  dan makna tentang  kegiatan ini, juga membuat mereka saling berbaur dan mendapatkan  teman baru hingga menguatkan persaudaraan sebagai satu tubuh dalam iman.

Selain itu, selaku pembina dari OMK, Sr. Regina, PIJ memberikan pendapat yang sangat penting yaitu bahwa kegiatan ini sangat positif karena selain menarik minat anak-anak untuk mencintai Kitab Suci, juga membantu mereka dalam menciptakan relasi yang positif antar sesama yang seiman. Keterlibatan dari berbagai pihak dan narasumber juga menjadi tanda nyata bahwa ada pandangan yang sama yaitu kita perlu  mempersiapkan kaum muda demi masa depan Gereja. Sr. Regina, PIJ melanjutkan bahwa dari berbagai kegiatan tampak jelas bahwa anak-anak masih mengalami kesulitan dalam pelafalan maupun menceritakan ulang isi Kitab Suci. Hal ini mungkin karena anak-anak jarang dibiasakan untuk membaca Kitab Suci, dan ini menjadi salah satu keprihatinan kita untuk meningkatkan minat baca anak. Tentunya kegiatan ini bukan lagi soal formalitas di bulan September setiap tahun, melainkan suatu kebutuhan.

Syukur kepada Tuhan bahwa kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar, meriah dan antusiasme yang tinggi. Semoga dari kegiatan ini anak-anak dan OMK semakin percaya diri untuk bereksistensi dalam kegiatan Gerejawi yang lebih besar. Mendiang Paus Fransiskus pernah berkata bahwa kaum muda bukan sekadar generasi penerus Gereja, melainkan wadah di mana suara Allah dapat didengar dan bekerja dengan begitu efektif. Untuk itu menghidupkan dan memberikan peran bagi anak-anak dan OMK di tingkat paroki adalah suatu kewajiban dan keharusan.

Ditulis oleh Frt. Agrindo Zandro, Calon Imam Keuskupan Ketapang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini