Akhirnya aku melihatmu di saat retret. Telah bertahun-tahun kita tidak bertemu. Engkau sibuk sembuhkan orang sana sini, mengajar ke sana ke mari, datang ke pesta2 nikah, berdiskusi dengan para ahli Kitab; sementara aku sibuk misa sana sini, berkat ke sana ke mari, makamkan orang2, main hp.betonred

Pembawaanmu tetap saja memikat. Terpesona olehmu, cinta di dada membara lagi.

Sambil makan roti dan minum anggur Engkau bertanya,
“Apa kabarmu?”
“Yaaah. Seperti inilah aku, Tuhan. Engkau tahu. Sepatumu belum juga terasa pas di kaki. Masih saja terasa ada kerikil.”
“Tidak apa2. Tidak usah khawatir. Sepatumu sudah terasa pas di kakiku kok.”
Betapa lega hatiku mendengarnya.

Rasanya seperti reuni saja. Terasa indah bagai berteduh di kala hujan.

(Vila Deo Gratias, Bandung) – 13/09/2023 – RD. Laurensius Sutadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini