Kegiatan “Temu Ketua Komkep Se-Regio Kalimantan” berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan di Keuskupan Tanjung Selor, pada Kamis hingga Minggu, 9–12 April 2026. Pertemuan ini menjadi ajang penting bagi para Ketua Komisi Kepemudaan (Komkep) se-Kalimantan untuk saling berbagi, mengevaluasi, dan merancang arah pendampingan orang muda ke depan.
Semangatnya tidak lepas dari inspirasi: “Kristus hidup! Ia adalah harapan kita, dan dengan cara yang sangat indah Ia membawa kemudaan ke dunia ini. Segala sesuatu yang Ia sentuh menjadi muda, menjadi baru, penuh kehidupan.” (Christus Vivit, Art.1)
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang diadakan di Keuskupan Banjarmasin. Dari hasil kesepakatan bersama, Keuskupan Tanjung Selor dipercaya menjadi tuan rumah untuk pertemuan tahun 2026.
Mengangkat tema “Kaum Muda Beriman Tangguh”, seluruh peserta diajak untuk mendalami dinamika pendampingan orang muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Tema ini menjadi benang merah dalam setiap sesi kegiatan.
Selama tiga hari, kegiatan dipusatkan di Wisma Emaus Keuskupan Tanjung Selor. Rangkaian acara disusun dalam beberapa sesi, mulai dari sharing pengalaman (actualia) di masing-masing keuskupan, evaluasi program kerja, hingga penyusunan rencana kerja bersama untuk tahun 2026–2027.
Pertemuan ini dihadiri oleh tujuh Ketua Komkep dari delapan keuskupan di Regio Kalimantan. Meskipun satu keuskupan berhalangan hadir, semangat kebersamaan tetap terasa kuat di antara para peserta.
Turut hadir sebagai narasumber utama, Uskup Tanjung Selor, Mgr. Paulinus Yan Ola, yang membuka kegiatan melalui Perayaan Ekaristi sekaligus memberikan arahan mengenai pentingnya pendampingan kaum muda. Dalam pesannya, beliau menekankan harapan Gereja agar kaum muda terus dibina dengan penuh perhatian dan kasih.
Selain itu, Tim Komkep KWI juga hadir mendampingi, yakni RD. Frans Kristi Adi Prasetya bersama Kak Vera. Mereka memberikan materi formasi yang menyentuh berbagai aspek penting, seperti fokus, relasi, militansi, aktualisasi, hingga identitas orang muda Katolik di tengah masyarakat.
Dinamika kegiatan berjalan lancar dan penuh keakraban. Meski sempat terkendala oleh perjalanan peserta seperti keterlambatan akibat jadwal penerbangan semua peserta tetap dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan antusias.
Hari-hari pertemuan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari misa harian, diskusi kelompok, pemaparan materi, hingga rekreasi bersama. Suasana semakin hidup ketika para peserta saling berbagi pengalaman pelayanan di keuskupan masing-masing.
Salah satu momen berkesan adalah perayaan Misa Penutupan di Katedral Tanjung Selor pada Minggu, 12 April 2026. Misa ini berlangsung meriah dengan keterlibatan aktif kaum muda dalam liturgi, mulai dari lektor, pemazmur, hingga koor.
Dari pertemuan ini, dihasilkan beberapa poin penting, di antaranya evaluasi program kerja, peneguhan bagi para pendamping, serta tersusunnya rencana kerja bersama untuk Regio Kalimantan. Selain itu, ditegaskan pula pentingnya kolaborasi, kreativitas, serta pemanfaatan media digital dalam pendampingan orang muda.
Pertemuan ini menjadi pengingat bahwa pendampingan orang muda adalah tugas bersama. Dengan semangat sinergi dan harapan baru, para Ketua Komkep kembali ke keuskupan masing-masing dengan bekal semangat untuk terus menumbuhkan iman kaum muda. Sebagaimana diingatkan, pelayanan sekecil apa pun akan bermakna besar bila dilakukan dengan sukacita dan kasih.
Ditulis Oleh RD. Petrus Riyant

Bersama Mgr. Yan Ola, MSF 
Misa Bersama Umat 




























