Para Romo, suster, bruder dan frater serta perwakilan dari paroki-paroki Keuskupan Ketapang menghadiri Pastoralia, pertemuan untuk membahas isu-isu terkini terkait pastoral. Pertemuan berlangsung dari Selasa-Rabu, 15-16 Juli 2025 di Komplek Catholic Center Ketapang.
Pada hari pertama pastoralia, semua yang hadir belajar bersama tentang “Tantangan Kemanusiaan di Era Digitalisasi dan Kecerdasan Artifisial” Fasilitator sesi ini adalah Bonifasius Damar Juniarto, yang merupakan pengurus Komisi Kepemudaan KWI dan tim pengajar kateketik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ).
Berlangsung dari sore hingga malam, hari pertama ini dibagi dalam tiga sesi:1). Mengenal AI, 2). Risiko AI dan, 3). Gereja Katolik dan Generasi AI. Mas Damar, selaku fasilitator membawakan materi secara lebih interaktif sehingga mengakomodasi banyak informasi yang jadi pergumulan peserta. Banyak sharing, pertanyaan, pencerahan, serta refleksi yang muncul dalam tiap-tiap sesi.
Apa yang menarik untuk di simak adalah pemahaman yang beragam tentang AI. Dalam kesempatan ini memang diberitahukan bahwa belum ada pengertian final tentang AI karena masih dikembangkan terus-menerus. Dalam sesi pertama ini juga diberikan pemahaman yang luas tentang jenis-jenis AI dan sepintas tentang kegunaannya.
Pada sesi kedua tentang risiko AI, menarik sekali ketika Mas Damar menceritakan tentang pengalamannya dalam pertemuan di Jerman. Di sana hadir seorang Romo Yesuit dari Amerika Latin. Pertanyaan kritis dari Romo ini di antara para pengembang AI adalah sebenarnya AI ini dikembangkan untuk siapa? Karena AI berkembang dan menggantikan pekerjaan manusia. Akibatnya banyak pengangguran. Lalu pertanyaan penting lainnya juga adalah siapa yang diuntungkan oleh perkembangan AI ini? Pertanyaan itu sekarang tetap jadi pertanyaan penting bagi kemanusiaan di tengah perkembangan AI.
Sesi ketiga yang paling penting untuk diketahui adalah Gereja Katolik tidak diam masalah AI ini. Dengan kata lain Gereja bicara dan memberikan suaranya yang penting terkait iman dan moral. Untuk lengkapnya suara Gereja Katolik ini termuat dalam dokumen Antiqua et Nova. Pada dasarnya, kecerdasan itu anugerah dari Allah yang hanya diberikan kepada manusia. Kecerdasan buatan tidak sama dengan kecerdasan manusia.
Menurut Mas Damar suara Gereja Katolik ini sangat penting untuk melengkapi teknologi AI yang tidak sempurna ini. Dan beliau sangat mendukung keterlibatan Gereja Katolik terus terlibat dengan diskusi-diskusi terkait AI ini karena sangat menentukan nasib kemanusiaan ke depannya. Dan apa yang paling penting adalah perkembangan AI ini jangan sampai meminggirkan etika sehingga muncul istilah Algoretika dari Paus Fransiskus.
Poin penting dari pembelajaran tentang AI ini bagi para peserta adalah posisi strategis di bidang edukasi. Dengan pemahaman yang baik, para pelayan pastoral di berbagai jenjang dan bidang dapat mengedukasi umat tentang penggunaan produktif yang penuh kesadaran, potensi AI dan bahaya-bahayanya.
Penulis: Fr. Lukas Pius Memet
Editor: Fr. Fransesco Agnes Ranubaya


















