SIMPANG DUA – Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di Paroki Simpang Dua berlangsung meriah pada Kamis, 18 September 2025. Kegiatan yang melibatkan para misdinar ini diadakan sejak pukul 15.30 hingga 17.20 WIB dengan mengusung tema “Allah Sumber Pembaharuan Relasi dalam Hidup”. Acara ini dipimpin oleh Frt. Zandro dan Sr. Regina, PIJ sebagai pemateri.
Acara diawali dengan doa dan lagu pembukaan yang dipandu langsung oleh Frt. Zandro dan Sr. Regina, PIJ. Dalam pengantar, Sr. Regina menjelaskan makna logo BKSN tahun ini yang menekankan pentingnya relasi umat dengan Allah dan sesama. Setelah itu, seorang anak dipilih untuk membacakan perikop Kitab Suci yang menjadi dasar refleksi bersama.
Dalam sesi materi, Frt. Zandro menjelaskan tafsiran Kitab Suci dengan menyoroti seruan pertobatan bangsa Israel. Ia menjelaskan bahwa umat Allah sering kali menutup telinga terhadap nasihat para nabi, tetapi Allah tetap penuh kasih dan selalu memberi kesempatan untuk kembali. “Allah berkata: Kembalilah kepada-Ku, dan Aku akan kembali kepadamu. Artinya, Tuhan selalu membuka jalan bagi kita untuk berubah,” tegas Frt. Zandro.
Lebih lanjut, Frt. Zandro menguraikan tentang bagaimana menjadi anak yang baik dalam terang Kitab Suci. Menurutnya, anak yang baik bukan berarti tidak pernah salah, tetapi mau mendengarkan, berani berubah, mengutamakan kebaikan, menghargai relasi dengan sesama, serta hidup seturut kehendak Allah. Peserta yang bisa menjawab pertanyaan dengan tepat pun diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Sesi berikutnya dibawakan oleh Sr. Regina, PIJ yang membahas dampak nyata dari sikap hidup seorang anak yang baik. Ia menekankan bahwa dalam keluarga, anak perlu patuh pada orang tua, membantu pekerjaan rumah tanpa disuruh, serta menghadirkan sukacita. Dalam relasi dengan teman, anak diajak untuk tidak mengejek atau mem-bully, melainkan menjadi sahabat yang setia, peduli, dan mau berbagi.
Dalam hubungannya dengan Tuhan, Sr. Regina, PIJ menekankan pentingnya doa, membaca Kitab Suci, serta mengikuti perayaan Ekaristi dengan sungguh-sungguh. “Kerendahan hati adalah kunci, karena semua berasal dari Tuhan,” ujarnya. Untuk meneguhkan pengajaran, Sr. Regina juga memberikan pertanyaan kepada para misdinar dengan hadiah bagi yang bisa menjawab.
Pertemuan ditutup dengan doa hening, Doa Bapa Kami, dan doa penutup yang dipimpin Frt. Zandro. Seluruh rangkaian berjalan lancar dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Salah seorang misdinar bernama Kopa mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan tentang Kitab Suci. Sementara itu, Prechila princess selaku Ketua Misdinar menegaskan bahwa dengan pertemuan BKSN ini para pelayan altar semakin menyadari identitas mereka sebagai pelayan altar dan memahami bahwa sebagai pelayan altar mereka perlu memerhatikan tingkah laku dan tutur kata sehari-hari.

Baik Frt. Zandro maupun Sr. Regina, PIJ menyampaikan rasa syukur atas keterlibatan aktif para misdinar. Sr. Regina menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dampak yang berdaya guna, baik secara afektif maupun kognitif. Frt. Zandro menambahkan bahwa BKSN bukan sekadar agenda rutin bulan September, melainkan bagian dari perhatian Gereja Indonesia terhadap pembinaan iman umat Allah, khususnya anak-anak misdinar.
Pastor Paroki Simpang Dua, RD. Blasius Suhanedi Kusmantoro, turut memberi perhatian khusus pada kegiatan ini. Pastor yang akrab disapa Rm. Nedy itu menegaskan pentingnya pembinaan iman sejak dini. “Para misdinar bukan hanya pelayan altar saat ini, tetapi juga masa depan Gereja. Karena itu mereka berhak memperoleh perhatian dan pembinaan iman yang mendasar,” ungkapnya.
Dengan semangat itu, BKSN di Paroki Simpang Dua menjadi momentum penting untuk meneguhkan iman para misdinar sekaligus menanamkan nilai-nilai ketaatan, persaudaraan, dan cinta Tuhan. Melalui kegiatan ini, Gereja berharap para misdinar semakin siap menjadi generasi penerus yang aktif dalam dinamika kehidupan iman di Paroki Simpang Dua dan Gereja secara lebih luas.
Ditulis oleh Frt. Agrindo Zandro, Calon Imam Keuskupan Ketapang


















