Sukaria, 1 Oktober 2023

Waktu menunjukkan Pukul 16.00. Saya sampai di Stasi Perumahan Sawit. Terlihat lalu lalang Bapak atau Ibu…juga anak2 sibuk mencari dan mengantri air untuk keperluan cuci dan mandi menjelang sore.

Sudah seminggu kompleks perumahan sawit ini kekurangan air. Sumur yg biasa utk memenuhi kebutuhan air satu perumahan sudah mulai susut debet airnya.
Sementara perumahan ini berada di tengah2 ribuan hektar kebun sawit. Air sungai yg dekat dengan kompleks ini sudah tidak bisa digunakan. Sewaktu surut tidak ada lagi aliran air, sewaktu pasang yg masuk sungai sudah terasa asin. Satu2 nya air yg bisa digunakan utk mandi cuci hanya air2 parit di kebun sawit yg masih tergenang. Tentu dg kualitas yg bisa kita bayangkan. Mau apa lagi..itulah air yg ada. Mobil tangki air perusahaan sibuk mencari dan menyedot air yg ada di parit2 utk memenuhi kebutuhan karyawan.

Ketika saya melewati kompleks perumahan staf (Asisten dan Manager), yg dibatasi dg pagar kawat tinggi dg perumahan karyawan/buruh panen dan mandor, terlihat ada Bapak juga Ibu yg menyiram tanaman menggunakan selang. Air yg keluar terlihat jernih dan segar.

Sampai di rumah Ketua Umat, saya bertanya air yg di kompleks staf itu air dari mana? Ternyata meraka disediakan sumur bor sendiri. Khusus utk kompleks staf. Mereka semua aman di musim kemarau ini. Dg fasilitas yg lengkap dlm perumahan staf.

Umat Katholik di Stasi ini semua karyawan rendah. Paling tinggi hanya menjadi Mandor I.

Umat berkumpul tepat waktu 16.30 utk mulai Misa yg diawali dg Doa Rosario utk membuka Bulan Rosario. Anak2 kecil yg datang, dg gembira dan bangga berkalungkan Rosario di leher. Ada sekelompok anak kecil (umur TK dan SD kelas 1 & 2) berkumpul, bersama2 menghafalkan doa Salam Maria krn pengen memimpin satu Salam Maria. Mereka tidak memikirkan susah air dan kemarau yg berkepanjangan. Mereka hanya ingin memimpin Satu Salam Maria.

Dalam doa pribadi, saya berdoa “Bunda Maria lihatlah sukacita anak2 ini…dan lihat jugalah perjuangan dan derita orang tua mereka…yg sekarang kesulitan air.”

Kiriman Renungan (VIA WA) Rm. VP. Bangun Wahyu Nugroho. Saat ini beliau melayani di Paroki St. Stefanus, Kendawangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini