Kisah I: sekelompok orang tua dan anak muda berhadapan dengan api besar yg mulai meluas dan membakar lahan. Satu org diperintahkan utk menelpon pihak perusahaan utk mengirimkan mobil pemadam. Pergilah dia ke bukit terdekat yg ada signal. TDK berapa lama kembali dg berita “Mereka minta divideokan utk bukti!” Dan apipun semakin meluas…Krn baru 2.5 jam mobil pemadam datang

Kisah II : Perbincangan di warung pagi itu masih tentang kebakaran. Saya hanya mendengarkan saja pembicaraan di meja sebelah. “Kita nin ndk ade lagi persatuan. Mrk yg kebunnya jauh dari ancaman api …TDK ada yg muncul bantu padamkan! Malahan asik be-HP di warung.”

Kisah III: Seorang Bapak kecewa berat krn kebun sawit yg baru ditanam terbakar ludes. Minta tolong orang2 TDK ada yg mau bantu. Dalam kekesalan terucaplah “Kubiarkan Jak apinya…biar meluas.Masak cuma ku seorang yg rugi.. !”

KISAH IV: semua penjuru kampung SDH kena bakar. Ada yg menjadi kurban sungguh2 krn kebunnya terbakar. Ada pula yg pura2 jadi kurban…Krn bawasnya terbakar. Padahal mmg dibakarnya supaya irit buka lahan utk menanam sawit.

Kisah V: Seorang Bapak menyampaikan ke saya bahwa sebenarnya ada Tim Penjaga Kebakaran yg dibentuk.. diberi fasilitas mesin penyedot.. bahkan katanya dapat insentif juga. Tetapi kenyataannya…tim itu tidak banyak berbuat.. Bahkan mesin dan fasilitas lainnya pun SDH ndk tentu tempatnya dimana skrg.

Kisah VI: Tidak ada rencana sedikitpun akan berladang tahun ini. Krn mmg sudah beberapa tahun TDK berladang. Namun kesempatan berladang “gratis” tiba2 muncul Krn tanah bawas orang tuanya kena perluasan kebakaran. Tanpa harus merintis, menebas ..hanya sedikit potong dahan…siaplah perladangan utk ditugal.

Ini sedikit kisah dari tempat saya … (03/10/2023) – Sukaria, Kendawangan.

(Kiriman renungan RD. VP. Bangun Wahyu Nugroho – VIA WA di grup para imam KK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini